Pages

Ads 468x60px

Labels

Sabtu, 26 Oktober 2013

Komputer Berbasis Pengetahuan tentang Otak, Mendekati Kenyataan

Di SC 09, konferensi superkomputer, IBM mengumumkan kemajuan yang signifikan dalam menciptakan suatu sistem komputer yang menirukan dan berusaha menandingi kemampuan otak dalam hal sensasi, persepsi, aksi, interaksi dan kognisi, juga menyaingi dalam hal konsumsi energi yang rendah dan ukurannya yang ringkas.

Tim komputasi kognitif yang dipimpin oleh peneliti IBM, telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam hal simulasi kortikal berskala besar dan suatu algoritma baru yang mensintesis data neurologis – dua tonggak utama yang mengindikasikan kemungkinan membangun suatu  chip komputasi kognitif.

Para ilmuwan dalam penelitian IBM – Almaden, dalam kolaborasinya dengan kolega dari Lawrence Berkeley National Lab, telah melakukan simulasi kortikal otak pertama yang mendekati real-time yang melebihi ukuran kortex kucing dan berisi 1 milyar saraf dan 10 trilyun sinap.


Selain itu, dengan berkolaborasi dengan peneliti-peneliti dari Stanford University, ilmuwan-ilmuwan IBM telah mengembangkan suatu algoritma yang menggunakan arsitektur superkomputer Blue Gene untuk pengukuran dan pemetaan secara noninvasif hubungan antara semua lokasi kortikal dan sub-kortikal di dalam otak manusia dengan menggunakan magnetic resonance diffusion weighted imaging. Pemetaan diagram jaringan saraf otak penting sekali untuk menghilangkan kekusutan jaringan komunikasinya yang luas dan untuk memahami bagaimana jaringan otak merepresentasikan dan memproses informasi.

Kemajuan ini akan memberikan suatu meja kerja yang unik untuk mengeksplorasi dinamika komputasi otak, dan membawa tim lebih dekat ke tujuan utamanya untuk membangun suatu chip synaptronic berenergi rendah dan ringkas dengan menggunakan nanoteknologi dan kemajuan-kemajuan dalam hal memori pengubah fase dan sambungan saluran magnetik. Tim kerja berpendirian untuk meninggalkan komputasi von Neumann konvensional, untuk bertemu dengan kebutuhan2 akan sistem dari dunia masa depan yang saling terkoneksi dan terinstrumentasi.

Karena jumlah data digital yang kita ciptakan terus tumbuh secara masif dan dunia menjadi lebih terinstrumentasi dan saling terkoneksi, ada kebutuhan untuk jenis-jenis baru sistem komputasi – yang dikaruniai kecerdasan baru yang dapat menyoroti pola-pola yang sulit untuk ditemukan pada jenis-jenis data yang sangat bervariasi baik digital maupun sensoris ; menganalisa dan mengintegrasikan informasi real-time dalam cara yang tergantung keadaan; dan bersepakat dengan ambiguitas yang ada dalam lingkungan dunia nyata yang kompleks.

Bisnis-bisnis akan secara simultan perlu memonitor, memprioritaskan, mengadaptasikan dan membuat keputusan-keputusan yang cepat berdasarkan aliran data dan informasi yang bertumbuh. Suatu komputer kognitif dapat dengan cepat dan akurat meletakkan bersama-sama potongan-potongan puzzle kompleks ini, seraya mempertimbangkan keadaan dan pengalaman sebelumnya untuk membantu para pembuat keputusan bisnis melakukan respon yang logis.

“Belajar dari otak adalah suatu cara yang menarik untuk mengatasi tantangan tenaga dan densitas kerapatan) yang dihadapi sistem komputasi saat ini,” kata Josephine Cheng, anggota IBM dan direktur lab IBM Research – Almaden. “Karena dunia fisik dan digital makin terus bergabung dan komputasi menjadi lebih melekat dalam keseharian kehidupan kita, sangatlah mendesak bagi kita untuk menciptakan sistem komputasi yang lebih cerdas yang dapat membantu kita memanfaatkan jumlah besar informasi yang makin meningkat, lebih seperti cara otak kita mampu dengan cepat menginterpretasikan dan beraksi dalam tugas-tugas yang kompleks.”

Untuk melakukan simulasi kortikal otak real-time yang pertama yang melebihi ukuran kortex kucing, tim membangunsuatu simulator kortikal yang menggabungkan sejumlah inovasi dalam komputasi, memori dan komunikasi serta detail biologis yang canggih dari neurofisiologi dan neuroanatomi. Peralatan science ini, serupa dengan suatu aselerator linier atau suatu mikroskop elektron, merupakan instrumen yang penting yang digunakan untuk menguji hipotesis struktur, dinamika dan fungsi otak. Simulasi ini dilakukan dengan menggunakan simulator kortikal pada superkomputer Lawrence Livermore National Lab’s Dawn Blue Gene/P dengan 147,456 CPUs and 144 terabytes pada memori utama.

Algoritma tersebut, ketika dikombinasikan dengan simulator kortikal, memberi peluang bagi ilmuwan untuk bereksperimen dengan bermacam-macam hipotesis matematika dari fungsi dan struktur otak dan bagaimana struktur mempengaruhi fungsi ketika mereka berusaha menemukan sirkuit makro dan mikro komputasi inti otak.

Setelah penyelesaian fase 0 yang sukses, IBM dan partner-partner universitasnya saat ini menghadiahkan $16,1 M sebagai dana tambahan dari Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) untuk fase 1 Systems of Neuromorphic Adaptive Plastic Scalable Electronics (SyNAPSE) DARPA. Fase penelitian ini akan fokus pada komponen-komponen arsitektur dan simulasi seperti otak untuk membangun suatu chip prototipe. Misi jangka panjang inisiatif komputasi IBM adalah untuk menemukan dan mendemonstrasikan algoritma otak dan mengantarkan komputer kognitif yang ringkas dan berenergi rendah yang mendekati intelejensi skala mamalia dan menggunakan sedikit energi daripada sistem komputasi saat ini. Tim kelas dunia ini termasuk peneliti-peneliti dari beberapa lab penelitian IBM di seluruh dunia dan para ilmuwan dari Stanford University, University of Wisconsin-Madison, Cornell University, Columbia University Medical Center dan University of California- Merced.

“Tujuan utama dari program SyNAPSE adalah untuk menciptakan hardware dan arsitektur elektronik baru yang dapat mengerti, beradaptasi dan merespon terhadap suatu lingkungan informasi dengan cara yang melampaui komputasi tradisional termasuk kemampuan-kemampuan yang berbeda secara fundamental yang ditemukan pada otak biologis,” kata program manager DARPA, Tood Hylton, Ph.D.

Komputasi modern didasarkan pada suatu model program yang disimpan, yang secara tradisional telah diimplementasikan pada sirkuit digital yang sinkron, serial, tersentral, dan cepat, dengan memori eksplisit yang menunjukkan data over-write secara tidak pandang bulu dan memaksakan suatu dikotomi antara komputasi dan data. Sepenuhnya berlawanan, komputasi kognitif – seperti otak – akan menggunakan unit-unit, neuron-neuron, sinap-sinap komputasi yang direplikasi yang diimplementasikan pada subtrat-subtrat biologis mode campuran analog-digital, asinkron, paralel, terdistribusi, pelan, dapat dikonfigurasi ulang, khusus dan fault-tolerant dengan memori implisit yang menunjukkan bahwa hanya keadaan update ketika informasi berubah, mengaburkan batas antara komputasi dan data.

More information: Technical insight and more details on the SyNAPSE project and recent milestones can be found on the Cognitive Computing blog at http://modha.org/ .

Source: IBM

0 komentar:

Posting Komentar